Minggu, 28 April 2013

MAKALAH KEWIRAUSAHAAN



MAKALAH KEWIRAUSAHAAN


Disusun Oleh
Maria Jenny Kristanti
14611291
2SA01

UNIVERSITAS GUNADARMA

2013/2014






A.     PENGERTIAN KEWIRAUSAHAAN

Berasal dari kata enterpteneur yang berarti orang yang membeli barang dengan harga pasti meskipun orang itu belum mengetahui berapa harga barang yang akan dijual. Wirausaha sering juga disebut wiraswasta yang artinya sifat-sifat keberanian, keutamaan, keteladanan dalam mengambil resiko yang bersumber pada kemampuan sendiri. Meski demikian wirausaha dan wiraswasta sebenarnya memiliki arti yang berbeda . Wiraswasta tidak memiliki visi pengembangan usaha sedangkan wirausaha mampu terus berkembang dan mencoba usaha lainnya. Istilah lainnya yang semakna dengan wirausaha adalah wiraswasta. Istilah wiraswasta lebih sering dipakai dan lebih dikenal daripada wirausaha. Padahal, keduanya bermakna sama dan merupakan padanan dari kata entrepreneur. Kata wiraswasta berasal dari gabungan wira-swa-sta dalam bahasa sansekerta. Wira berarti utama, gagah, luhur, berani, teladan, atau pejuang; swa berarti sendiri atau mandiri; sta berarti berdiri; swasta berarti berdiri ditas kaki sendiri atau dengan kata lain berdiri di atas kemampuan sendiri. Sedangkan wirausahawan mengandung arti secara harfah, wira berarti berani dan usaha berarti daya upaya atau dengan kata lain wirausaha adalah kemampuan atau keberanian yang dimiliki oleh seseorang untuk melihat dan menilai kesempatan bisnis, mengumpulkan sumber daya yang dibutuhkan untuk mengambil tindakan yang tepat dan mengambil keuntungan dalam rangka meraih kesuksesan.

Berdasarkan makna-makna tersebut, kata wiraswasta atau wirausaha berarti pejuang yang gagah, luhur, berani dan pantas menjadi teladan di bidang usaha. Dengan kalimat lain, wirausaha adalah orang-orang yang mempunyai sifat-sifat kewiraswastaan atau kewira-usahaan. Ia bersikap berani unuk mengambil resiko. Menurut Dan Steinhoff dan John F. Burgess (1993:35) wirausaha adalah orang yang mengorganisir, mengelola dan berani menanggung resiko untuk menciptakan usaha baru dan peluang berusaha. Secara esensi pengertian entrepreneurship adalah suatu sikap mental, pandangan, wawasan serta pola pikir dan pola tindak seseorang terhadap tugas-tugas yang menjadi tanggungjawabnya dan selalu berorientasi kepada pelanggan. Atau dapat juga diartikan sebagai semua tindakan dari seseorang yang mampu memberi nilai terhadap tugas dan tanggungjawabnya. Adapun kewirausahaan merupakan sikap mental dan sifat jiwa yang selalu aktif dalam berusaha untuk memajukan karya baktinya dalam rangka upaya meningkatkan pendapatan di dalam kegiatan usahanya. Selain itu kewirausahan adalah kemampuan kreatif dan inovatif yang dijadikan dasar, kiat, dan sumber daya untuk mencari peluang menuju sukses. Inti dari kewirausahaan adalah kemampuan untuk menciptakan seuatu yang baru dan berbeda (create new and different) melaui berpikir kreatif dan bertindak inovatif untuk menciptakan peluang dalam menghadapi tantangan hidup. Pada hakekatnya kewirausahaan adalah sifat, ciri, dan watak seseorang yang memiliki kemauan dalam mewujudkan gagasan inovatif kedalam dunia nyata secara kreatif.

B.     SEJARAH WIRAUSAHA

Wirausaha secara historis sudah dikenal sejak diperkenalkan oleh Richard Castillon pada tahun 1755 Di luar negeri, istilah kewirausahaan telah dikenal sejak abad 16, sedangkan di Indonesia baru dikenal pada akhir abad 20 Beberapa istilah wirausaha seperti di Belanda dikenadengan ondernemer, di Jerman dikenal dengan unternehmerPendidikan kewirausahaan mulai dirintis sejak 1950-an di beberapa negara seperti Eropa, Amerika, dan Kanada Bahkan sejak 1970-an banyak universitas yang mengajarkan kewirausahaan atau manajemen usaha kecil Pada tahun 1980-an, hampir 500 sekolah di Amerika Serikat memberikan pendidikan kewirausahaan ]DI Indonesia, kewirausahaan dipelajari baru terbatas pada beberapa sekolah atau perguruan tinggi tertentu saja Sejalan dengan perkembangan dan tantangan seperti adanya krisis ekonomi, pemahaman kewirausahaan baik melalui pendidikan formal maupun pelatihan-pelatihan di segala lapisan masyarakat kewirausahaan menjadi berkembang

C.     HAKEKAT KEWIRAUSAHAAN

Dari beberapa konsep yang ada ada 6 hakekat penting kewirausahaan sebagai berikut ( Suryana,2003 : 13), yaitu :
1. Kewirausahaan adalah suatu nilai yang diwujudkan dalam perilaku yang dijadikan dasar      sumber daya, tenaga penggerak, tujuan, siasat, kiat, proses, dan hasil bisnis (Acmad Sanusi, 1994).
2. Kewirausahaan adalah suatu kemampuan untuk menciptakan sesuatu yang baru dan berbeda (ability to create the new and different) (Drucker, 1959).
3. Kewirausahaan adalah suatu proses penerapan kreativitas dan inovasi dalam memecahkan persoalan dan menemukan peluang untuk memperbaiki kehidupan (Zimmerer. 1996).
4. Kewirausahaan adalah suatu nilai yang diperlukan untuk memulai suatu usaha (start-up phase) dan perkembangan usaha (venture growth) (Soeharto Prawiro, 1997).
5. Kewirausahaan adalah suatu proses dalam mengerjakan sesuatu yang baru (creative), dan sesuatu yang berbeda (inovative) yang bermanfaat memberi nilai lebih.
6. Kewirausahaan adalah usaha menciptakan nilai tambah dengan jalan mengkombinasikan sumber-sumber melaui cara-cara baru dan berbeda untuk memenangkan persaingan. Nilai tambah tersebut dapat diciptakan dengan cara mengembangkan teknologi baru, menemukan pengetahuan baru, menemukan cara baru untuk menghasilkan barang dan jasa yang baru yang lebih efisien, memperbaiki produk dan jasa yang sudah ada, dan menemukan cara baru untuk memberikan kepuasan kepada konsumen.


D.      PROSES KEWIRUSAHAAN

Menurut Carol Noore yang dikutip oleh Bygrave, proses kewirausahaan diawali dengan adanya inovasi Inovasi tersebut dipengeruhi oleh berbagai faktor baik yang berasal dari pribadi maupun di luar pribadi, seperti pendidikan, sosiologi, organisasi, kebudayaan dan lingkungan\ Faktor-faktor tersebut membentuk ‘’locus of control’’, kreativitas, keinovasian, implementasi, dan pertumbuhan yang kemudian berkembangan menjadi wirausahawan yang besar Secara internal, keinovasian dipengaruhi oleh faktor yang bersal dari individu, seperti locus of control, toleransi, nilai-nilai, pendidikan, pengalaman. Sedangkan faktor yang berasal dari lingkungan yang memengaruhi diantaranya model peran, aktivitas, dan peluang Oleh karena itu, inovasi berkembang menjadi kewirausahaan melalui proses yang dipengaruhi lingkungan, organisasi, dan keluarga




E.     CIRI  - CIRI  DAN KARAKTERISTIK KEWIRAUSAHAAN

Ciri-ciri seorang wirausahaan adalah:
•         Percaya diri
•         Berorientasikan tugas dan hasil
•         Pengambil risiko
•         Kepemimpinan
•         Keorisinilan
•         Berorientasi ke masa depan
•         Jujur dan tekun

F.       SIFAT- SIFAT SEORANG WIRAUSAHA

Sifat-sifat seorang wirausaha adalah:
· Memiliki sifat keyakinan, kemandirian, individualitas, optimisme.
·  Selalu berusaha untuk berprestasi, berorientasi pada laba, memiliki ketekunan dan ketabahan, memiliki tekad yang kuat, suka bekerja keras, energik dan memiliki inisiatif.
·  Memiliki kemampuan mengambil risiko dan suka pada tantangan.
·  Bertingkah laku sebagai pemimpin, dapat bergaul dengan orang lain dan suka terhadap saran dan kritik yang membangun.
· Memiliki inovasi dan kreativitas tinggi, fleksibel, serba bisa dan memiliki jaringan bisnis yang luas.
· Memiliki persepsi dan cara pandang yang berorientasi pada masa depan.
·  Memiliki keyakinan bahwa hidup itu sama dengan kerja keras.

Sikap wirausaha
Dari daftar ciri dan sifat watak seorang wirausahawan di atas, dapat kita identifikasi sikap seorang wirausahawan yang dapat diangkat dari kegiatannya sehari-hari, sebagai berikut:
·         Disiplin
Dalam melaksanakan kegiatannya, seorang wirausahawan harus memiliki kedisiplinan yang tinggi Arti dari kata disiplin itu sendiri adalah ketepatan komitmen wirausahawan terhadap tugas dan pekerjaannya\ Ketepatan yang dimaksud bersifat menyeluruh, yaitu ketepatan terhadap waktu, kualitas pekerjaan, sistem kerja dan sebagainyaKetepatan terhadap waktu, dapat dibina dalam diri seseorang dengan berusaha menyelesaikan pekerjaan sesuai dengan waktu yang direncanakan Sifat sering menunda pekerjaan dengan berbagai macam alasan, adalah kendala yang dapat menghambat seorang wirausahawan meraih keberhasilan Kedisiplinan terhadap komitmen akan kualitas pekerjaan dapat dibina dengan ketaatan wirausahawan akan komitmen tersebut Wirausahawan harus taat azas Hal tersebut akan dapat tercapai jika wirausahawan memiliki kedisiplinan yang tinggi terhadap sistem kerja yang telah ditetapkan Ketaatan wirausahawan akan kesepakatan-kesepakatan yang dibuatnya adalah contoh dari kedisiplinan akan kualitas pekerjaan dan sistem kerja
·         Komitmen Tinggi
Komitmen adalah kesepakatan mengenai sesuatu hal yang dibuat oleh seseorang, baik terhadap dirinya sendiri maupun orang lainDalam melaksanakan kegiatannya, seorang wirausahawan harus memiliki komitmen yang jelas, terarah dan bersifat progresif (berorientasi pada kemajuan). Komitmen terhadap dirinya sendiri dapat dibuat dengan identifikasi cita-cita, harapan dan target-target yang direncanakan dalam hidupnya Sedangkan contoh komitmen wirausahawan terhadap orang lain terutama konsumennya adalah pelayanan prima yang berorientasi pada kepuasan konsumen, kualitas produk yang sesuai dengan harga produk yang ditawarkan, penyelesaian bagi masalah konsumen, dan sebagainya.Seorang wirausahawan yang teguh menjaga komitmennya terhadapkonsumen, akan memiliki nama baik di mata konsumen yang akhirnya wirausahawan tersebut akan mendapatkan kepercayaan dari konsumen, dengan dampak pembelian terus meningkat sehingga pada akhirnya tercapai target perusahaan yaitu memperoleh laba yang diharapkan
·         Jujur
Kejujuran merupakan landasan moral yang kadang-kadang dilupakan oleh seorang wirausahawanKejujuran dalam berperilaku bersifat kompleks Kejujuran mengenai karakteristik produk (barang dan jasa) yang ditawarkan, kejujuran mengenai promosi yang dilakukan, kejujuran mengenai pelayanan purnajual yang dijanjikan dan kejujuran mengenai segala kegiatan yang terkait dengan penjualan produk yang dilakukan olehwirausahawan Kreatif dan Inovatif
Untuk memenangkan persaingan, maka seorang wirausahawan harus memiliki daya kreativitas yang tinggi Daya kreativitas tersebut sebaiknya dilandasi oleh cara berpikir yang maju, penuh dengan gagasan-gagasan baru yang berbeda dengan produk-produk yang telah ada selama ini di pasar Gagasan-gagasan yang kreatif umumnya tidak dapat dibatasi oleh ruang, bentuk ataupun waktuJustru seringkali ide-ide jenius yangmemberikan terobosan-terobosan baru dalam dunia usaha awalnya adalah dilandasi oleh gagasan-gagasan kreatif yang kelihatannya mustahil
·         Mandiri
Seseorang dikatakan “mandiri” apabila orang tersebut dapat melakukan keinginan dengan baik tanpa adanya ketergantungan pihak lain dalammengambil keputusan atau bertindak, termasuk mencukupi kebutuhan hidupnya, tanpa adanya ketergantungan dengan pihak lainKemandirian merupakan sifat mutlak yang harus dimiliki oleh seorang wirausahawan Pada prinsipnya seorang wirausahawan harus memiliki sikap mandiri dalam memenuhi kegiatan usahanya
·         Realistis
Seseorang dikatakan realistis bila orang tersebut mampu menggunakan fakta/realita sebagai landasan berpikir yang rasional dalam setiap pengambilan keputusan maupun tindakan/ perbuatannya]Banyak seorang calon wirausahawan yang berpotensi tinggi, namun pada akhirnya mengalami kegagalan hanya karena wirausahawan tersebut tidak realistis, obyektif dan rasional dalam pengambilan keputusan bisnisnya Karena itu dibutuhkan kecerdasan dalam melakukan seleksi terhadap masukan-masukan/ sumbang saran yang ada keterkaitan erat dengan tingkat keberhasilan usaha yang sedang dirintis









G.PERAN KEWIRAUSAHAN DALAM PEREKONOMIAN NASIONAL

Seorang wirausaha berperan baik secara internal maupun eksternal. Secara internal seorang wirausaha berperan dalam mengurangi tingkat kebergantungan terhadap orang lain, meningkatkan kepercayaan diri, serta meningkatkan daya beli pelakunya. Secara eksternal, seorang wirausaha berperan dalam menyediakan lapangan kerja bagi para pencari kerja. Dengan terserapnya tenaga kerja oleh kesempatan kerja yang disediakan oleh seorang wirausaha, tingkat pengangguran secara nasional menjadi berkurang.
Menurunnya tingkat pengangguran berdampak terhadap naiknya pendapatan perkapita dan daya beli masyarakat, serta tumbuhnya perekonomian secara nasional. Selain itu, berdampak pula terhadap menurunnya tingkat kriminalitas yang biasanya ditimbulkan oleh karena tingginya pengangguran.

Seorang wirausaha memiliki peran sangat besar dalam melakukan wirausaha. Peran wirausaha dalam perekonomian suatu negara adalah:

•           Menciptakan lapangan kerja
•           Mengurangi pengangguran
•           Meningkatkan pendapatan masyarakat
•         Mengombinasikan faktor–faktor produksi (alam, tenaga kerja, modal dan keahlian)
•           Meningkatkan produktivitas nasiona







H.     TAHAP-TAHAP KEWIRAUSAHAAN

Secara umum tahap-tahap melakukan wirausaha:
Ø Tahap memulai
Tahap di mana seseorang yang berniat untuk melakukan usaha mempersiapkan segala sesuatu yang diperlukan, diawali dengan melihat peluang usaha baru yang mungkin apakah membuka usaha baru, melakukan akuisisi, atau melakukan ‘’franchising’’]Tahap ini juga memilih jenis usaha yang akan dilakukan apakah di bidang pertanian, industri, atau jasa
Ø Tahap melaksanakan usaha
Dalam tahap ini seorang wirausahawan mengelola berbagai aspek yang terkait dengan usahanya, mencakup aspek-aspek: pembiayaan, SDM, kepemilikan, organisasi, kepemimpinan yang meliputi bagaimana mengambil risiko dan mengambil keputusan, pemasaran, dan melakukan evaluasi
Ø Tahap mempertahankan usaha
Tahap di mana wirausahawan berdasarkan hasil yang telah dicapai melakukan analisis perkembangan yang dicapai untuk ditindaklanjuti sesuai dengan kondisi yang dihadapi
Ø Tahap mengembangkan usaha
Tahap di mana jika hasil yang diperoleh tergolong positif atau mengalami perkembangan atau dapat bertahan maka perluasan usaha menjadi salah satu pilihan yang mungkin diambil

I.         FAKTOR-FAKTOR KEGAGALAN
Menurut Zimmerer (dalam Suryana, 2003 : 44-45) ada beberapa faktor yang menyebabkan wirausaha gagal dalam menjalankan usaha barunya:
•           Tidak kompeten dalam manajerial.
Tidak kompeten atau tidak memiliki kemampuan dan pengetahuan mengelola usaha merupakan faktor penyebab utama yang membuat perusahaan kurang berhasil.
•           Kurang berpengalaman baik dalam kemampuan mengkoordinasikan, keterampilan mengelola sumber daya manusia, maupun kemampuan mengintegrasikan operasi perusahaan.
•           Kurang dapat mengendalikan keuangan. Agar perusahaan dapat berhasil dengan baik, faktor yang paling utama dalam keuangan adalah memelihara aliran kas. Mengatur pengeluaran dan penerimaan secara cermat. Kekeliruan memelihara aliran kas menyebabkan operasional perusahan dan mengakibatkan perusahaan tidak lancar.
•           Gagal dalam perencanaan.
Perencanaan merupakan titik awal dari suatu kegiatan, sekali gagal dalam perencanaan maka akan mengalami kesulitan dalam pelaksanaan.
•           Lokasi yang kurang memadai.
Lokasi usaha yang strategis merupakan faktor yang menentukan keberhasilan usaha. Lokasi yang tidak strategis dapat mengakibatkan perusahaan sukar beroperasi karena kurang efisien.
•           Kurangnya pengawasan peralatan.
Pengawasan erat berhubungan dengan efisiensi dan efektivitas. Kurang pengawasan mengakibatkan penggunaan alat tidak efisien dan tidak efektif.
•           Sikap yang kurang sungguh-sungguh dalam berusaha.
Sikap yang setengah-setengah terhadap usaha akan mengakibatkan usaha yang dilakukan menjadi labil dan gagal. Dengan sikap setengah hati, kemungkinan gagal menjadi besar.
•           Ketidakmampuan dalam melakukan peralihan/transisi kewirausahaan.
Wirausaha yang kurang siap menghadapi dan melakukan perubahan, tidak akan menjadi wirausaha yang berhasil. Keberhasilan dalam berwirausaha hanya bisa diperoleh apabila berani mengadakan perubahan dan mampu membuat peralihan setiap waktu.


100 Impian

1. Menjadi seorang musisi terkenal
2. punya band besar yang bisa tour keliling dunia
3. menjadi penyanyi terkenal
4. ingin keliling Indonesia
5. Keliling dunia gratis
6. punya toko jersey sepak bola dan aksesorisnya serta jaket.
7. ingin mensejahterakan hidup orang tua
8. punya studio musik sendiri
9.ingin pergi ke jerman.
10. bertemu dengan club FC Bayern Munchen
11. punya suami bule tampan.
12. sembuh dari penyakit mata low vision.
13. pindah dari Indonesia bersama keluarga
14. pergi ke Yunani
15. punya rumah sebesar istana.
16. buka usaha distro
17. jadi seorang guru
18. punya penghasilan 15jt per bulan
19. jadi penerjemah kenegaraan.
20. lulus kuliah tepat waktu
21. ingin berat badan turun hingga 20kg
22.ingin masuk surga
23. bisa menyekolahkan adik keluar negeri
24. bisa terus update dan memiliki gadget terbaru
25. punya rumah di pinggir pantai hawai
26. bisa mengunjungi negara Vatikan.
27. pergi ke kutub utara dan bertemu polar bear.
28. bisa nyanyi duet bareng artis luar negeri
29. buka toko alat musik.
30. buka kursus musik sendiri.
31. punya motor harley davidson
32. menciptakan kota yang bebas macet
33.jadi dosen
34. mengajar di sekolah internasional
35. bisa pergi wisata kuliner ke seluruh dunia
36. punya kamar yang isinya full set alat karaoke.
37. pergi ke Amerika dan bertemu Chris Colfer secara face to face
38. Punya mobil mini cooper
39. operasi mata
40. belajar musik di luar negeri
41. buka restoran Jepang
42. punya apartemen pribadi minimal 3
43. Investasi apartemen.
44. punya pesawat jet pribadi.
45. Mendirikan hotel dibawah laut.
46. punya kapal pesiar pribadi
47. Punya motor balap
48. mendirikan Sport Center
49. Membangun mall
50. jadi juri di American Idol
51.kerja di kedutaan besar
52. Kerja sebagai tour guide
53. bisa membeli suatu pulau
54. menjadi seorang barista.
55. Punya shourum mobil Mini Cooper
56. menikah di Gereja Vatikan
57. ingin kurus 
58. mendapat beasiswa keluar negeri
59. ingin membeli mobil minicooper 
60. ingin bisa mengendarai kendaraan roda 4
61. ingin punya motor ninja
62. ingin punya rumah di pilau jeju korsel
63. pergi honeymoon di jepang 
64.  mendirikan petshop 
65. konser bareng semua aktor dan aktris glee 
66. jalan - jalan ke hollywood 
67. menjadi seorang penulis novel
68. mendirikan sekolah musik 
69. mendirikan yayasan anak - anak penyandang cacat
70. bisa membeli sebuah club sepak bola
71. memiliki badan proporsional
72. menjadi istri pemain sepak bola
73. bisa memelihara anjing jenis akita
74. membeli sebuah peternakan 
75. membeli sebuah vila di Lembang
76. Membuka sebuah salon
77. bisa pergi ke bulan 
78. ziarah ke Yerusalem 
79. mendirikan usaha penginapan di bali
80. mendirikan sebuah bar
81. Belajar piano bersama Maxim di ukraina
83. punya mobil limousin beserta supirnya
84. jadi milioner
85. mendirikan stasiun radio sendiri
86. ingin jadi arkeolog
87. bisa menikmati perawatan badan secara rutin
88.jadi direktur disebuah perusahaan
89. memiliki orkestra yang terkenal;
90. menjadi anggota FBI
91. bisa mendirikan rumah sakit sendiri
92. bisa memelihara anak harimau
93. menjadi pemilik kebun binatang
94. punya kereta shinkanshen sendiri
95. bisa menikmati salju di swiss 
96. mendirikan toko kue, cokelat, dan cake
97. punya kapal selam pribadi.
98. ingin mendirikan sanngar teater
99. melihat orang yang saya cintai bahagia 
100. bisa membalas semua kebaikan orang tua, saudara, dan sahabat saya.

Sejauh ini saya merasa sedikit demi sedikit dekat dengan impian saya yang benar - benar ingin saya wujudkan. walaupun untuk mewujudkannya tidak mudah saya akan tetap berusaha perlahan namun pasti

5 Impian yg sangat ingin dicapai
1. Menjadi seorang musisi
sejak SMP saya mulai mengenal musik tertarik dan bahkan sudah terjun ke dunia musik. Bahkan ini sudah saya putuskan untuk menjadi tujuan hidup saya. Sekarang di bangku kuliah saya sudah memiliki sebuah Band dan masih dalam proses untuk berkembang lebih maju. 

2. Mendirikan Sport store
saya adalah penyuka olahraga terutama sepak bola. Saya ingin membangun sport store saya ini di tempat yang strategis. Setelah saya berhasil saya berniat untuk membuka beberapa cabang dari toko saya ini. Saya berharap saya dapat menghasilkan omset puluhan juta setiap bulannya

3. Menjadi seorang guru
Sekarang saya berkuliah di jurusan sastra inggris. untuk apa saya kuliah? Tentu saja salah satunya adalah saya ingin mengajar bahasa inggris di sebuah sekolah kalau bisa di sekolah Internasional dan saya wajib untuk dapat melakukannya. 

4. Mensejahterakan hidup orang tua
Saya besar di keluarga yang sederhana. Sejak kecil saya melihat orang tua saya bekrja keras untuk saya. saya memiliki impian ini karena sudah waktunya saya membalas jasa orang tua saya agar mereka bahagia dan bangga memiliki anak seperti saya. 

5. Menikah di Gereja Katedral di vatikan dan bersuami orang asing.
alasannya saya memang tertarik sekali dengan orang asing. Berkuliah di sastra Inggrisa adalah salah satu cara saya untuk menggaet orang asing. Sekarang saya sedang berusaha walaupun belum dapat. Menikah di Vatikan negara yang mayoritasnya adalah Katolik. Saya bangga menjadi Katolik dan saya ingin mengucapkan janji suci disana pula.

Minggu, 20 Januari 2013

KERUKUNAN UMAT BERAGAMA

KERUKUNAN UMAT BERAGAMA

A. Pendahuluan.
Kehidupan manusia dalam hakekatnya tidaklah hidup seorang diri, melainkan hidup bersama-sama dengan pribadi lainya yang mempunyai agama atau kepercayaan berbeda. Setiap hari terjadi adanya hubungan dan berkomunikasi dengan pihak lain, baik dilingkungan tempat tinggal, sekolah ataupun dikampus, dikantor, dipasar, direstoran, dan lain sebagainya. Singkatnya dimana manusia berada selalu bertemu dengan orang-orang yang mempunyai agama dan kepercyaan serta keyakinan yang berbeda. Perbedaan ini meliputi bentuk dan cara mengungkapkannya, baik dalam bentuk gedung beribadat, cara-cara beribadat, isi kitab suci, maupun pandangan hidup dalam menjalani hidup dan kehidupan yang ahkirnya berkembang dan melahirkan keaneka-ragaman yang luas, dan berharga. Seperti pada hari raya Idul Fitri umat muslim banyak yang melaksanakan sholat Idul Fitri di mesjid-mesjid, umat kristiani dimalam Natal mengumandangkan lagu-lagu rohani di gereja-gereja, umat Hidup merayakan Nyepi, Galungan, Kuningan di Pura dan umat Buddha memperingati hari Waisak, Asadha bersama-sama di vihara maupun cetiya.

Warisan sejarah demikian ini menjadikan tantangan bagi generasi sekarang untuk memahami dan menghargai kekayaan nilai suatu bangsa, masing-masing harus saling bertukar pikiran tentang keyakinan dan keimanan agama lain, untuk memperluas cakrawala pandangan memahami agama dan keyakinan sendiri. Terpenting adalah untuk menciptakan kerukunan antar umat beragama. Masalah kerukunan umat beragama adalah hal yang penting bagi suatu bangsa dalam memelihara kesatuan dan persatuan bangsa. Majelis Permusyawaratan Rakyat dalam sidang tahun 1978 mengeluarkan ketetapan MPR No. II/MPR/1978 tentang sila Ketuhana Yang Maha Esa, yaitu; “Dengan sila Ketuhanan Yang Maha Esa, bangsa Indonesia menyatakan kepercayaan dan ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa sesuai dengan agama dan kepercayaannya masing-masing menurut dasar kemanusiaan yang adil dan beradab. Didalam kehidupan masyarakat Indonesia dikembangkan sikap hormat menghormati dan bekerja sama antar pemeluk-pemeluk agama dan penganut kepercayaan yang berbeda sehingga dapat selalu dibina kerukunan hidup diantara sesama umat beragama dan berkepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa”.

B. Menurut Para Ahli
Dr. L.M.Joshi dari Univesitas Punjab-India menagatkan “Kerukunan antar umat beragama, bila dan jika akan terrcapai, merupakan suatu anugerah bagi bumi ini”. Pengembangan kerukunan beragama merupakan hal terpenting bagi terciptanya persatuan dan kesatuan bangsa serta untuk menjaga stabilitas nasional. Yang cukup menggembirakan saat ini adalah kerukunan beragama telah terwujud dan dirasakan berasama seluruh pelosok tanah air, para ahli dari luar negeri pun mengakui, seperti Prof. Muh. Ayub dari Universitas Toronto, Kanada menyatakan “ Indonesia adalah salah satu Negara yang umat beragamanya hidup rukun dan untuk menciptakan situasi kerukunan tersebut perlu dikembangkan studi bersama perbandingan antar agama. Pengetahuan yang serupa penting artinya karena memungkinkan setiap umat beragama untuk saling menghargai, menghormati dan bekerja sama dalam memciptakan kerukunan dan kesejahteraan berasama.

C. FORMAT KERUKUNAN ANTAR UMAT BERAGAMA MENURUT PANDANGAN AGAMA KATOLIK*)

( Oleh Ir. Norbert Ama Ngongu, MP )



DASAR UNTUK HIDUP RUKUN DAN DAMAI
Menurut ajaran Katolik, manusia itu adalah citaan Tuhan Yang Paling Mulia. Dalam suatu Kitab Suci dikatakan bahwa pada awal mula manusia diciptakan menurut rupa
dan citra Allah sendiri. Hanya manusia saja yang dikatakan diciptakan menurut rupa dan citra Allah. Ciptaan-ciptaan lain tidak dinyatakan demikian.

Jadi manusia adalah ciptaan Tuhan yang paling indah, melampaui harga dan keindahan ciptaan apapun yang pernah ada dan akan ada di dunia ini, selain manusia itu sendiri. Karena Allah itu maha tahu, maha pencipta, maka yang namanya manusia, ia adalah hasil cetak biru yang luar biasa canggihnya yang pernah dilakukan oleh Allah. Tiap orang diciptakan oleh Tuhan sebagai nomor seri yang kesekian yang pertama dan terakhir. Karena itu tidak akan pernah ada dua orang yang pernah dilahirkan dimuka bumi yang sama persis. Tiap pribadi adalah unik, dan itulah karya Agung Tuhan yang maha canggih.

Allah itu juga adalah maha pengasih dan Penyayang, kasih dan sayangnya tak terukur atau takberhingga, singkatnya Ia sama dengan Kasih, dan karenanya Allah mencintai manusia dengan kasih sayang yang penuh, atau dengan kata lain, Allah tidak pernah mencitai manusia dengan separoh hati, atau sepersekian hati melainkan dengan penuh hati. Cinta Tuhan kepada manusia adalah 100% dan abadi. Di mata Tuhan, manusia adalah ciptaan-Nya yang paling berharga. Sejak dikandung ibunya, ketika manusia masih belum mengerti tentang cinta, ketika manusia belum tahu mengucapkan terima kasih kepada Tuhan, Allah sudah terlebih dahulu mencintai manusia. Begitu besar cinta Allah kepada manusia sehingga Ia mencitakan bumi dengan segala segala isinya dan diserahkan pengelolaannya kepada manusia untuk kesejahteraan dan kebahagiaan umat manusia ciptaannya itu.
Karena manusia adalah ciptaan Tuhan yang paling mulia dan berharga, maka tidak ada kekuasaan apapun, dan dengan alasan apapun untuk dibenarkan melecehkan/menghina apalagi membunuh ciptaan Tuhan yang namanya manusia itu.

Saya dan saudara adalah bagian dari umat manusia yang menghuni bumi yang sama ini, dan dicintai Tuhan.
Jika saya mengatakan saya mencintai Tuhan, maka alangkah indahnya jika saya juga mengatakan saya mencintai sesama saya, karena saya tidak mungkin dapat mencintai Tuhan yang tidak kelihatan jika sesama manusia saya sebagai sesama ciptaan Tuhan yang kelihatan saja, saya tidak dapat mencintai mereka. Karena itu jika Tuhan begitu menghargai dan mencintai manusia, maka saya tidak mempunyai alasan untuk menghina/melecehkan apalagi sampai membunuh sesama saya.

*) Makalah disampaikan dalam Workshop Kerukunan Umat Beragama Tingkat Propinsi NTB, 26 Juli 2006 di PSBB Man 2 Mataram.

Sebab jika saya menghina sesama saya, itu artinya secara tidak langsung menghina pencipta-Nya yaitu Allah sendiri. Maka jika saya sungguh mencintai Allah, maka seyogianya juga saya harus mencitai sesama saya, karena sesama saya itu adalah para kekasih Allah sendiri.

Kami mencintai anda, kami membutuhkan anda semua. Kita bersaudara dalam siraman kasih Tuhan yang tanpa batas. Dengan keyakinan itu, seyogianya kita akan selalu saling membahagiakan. Karenanya dengan rendah hati, kami mengajak saudara-saudaraku, mari kita sama-sama saling merangkul, bergandengan tangan untuk membangun dan mewariskan suatu dunia yang lebih baik bagi anak-anak kita, bagi generasi penerus kita, yaitu suatu dunia yang penuh dengan kedamaian, kesejukan dan kesejahteraan atau bebas dari kekerasan dan kekejaman. Mari kita menjadi duta-duta perdamaian, duta-duta cinta. Mari....., bila ada perpecahan kita menjadi juru damai, bila ada keputus asaan kita menjadi pemberi harapan, bila ada kesesatan kita menjadi pembimbing, bila ada kebencian dan dendam kita menjadi pembawa cinta dan pengampunan. Kita ingin..., bila tiba saatnya, agar supaya suatu hari kelak, para arwah kita dapat beristirahat dengan damai dan bahagia, menyaksikan anak-anak kita, cucu-cucu kita dapat hidup dengan rukun dan damai antar mereka. Atau kita ingin jangan sampai ada suatu generasi damai yang hilang di muka bumi tanah air tercinta ini. Masakan, atas keinginan segelintir orang provokator saja, kita semua yang cintai damai sebanyak duaratusan juta jiwa ini, mau-mau saja terpengaruh dan dibuat kalang kabut oleh ulah mereka?

FORMAT KERUKUNAN
Diperlukan Silaturahmi berkesinambungan antar tokoh agama, baik secara formal maupun informal.
Diperlukan kegiatan bhakti sosial bersama antar semua penganut agama Islam, Kristen, Hindu, Budha dan Konghucu.
Untuk pelaksanaan kegiatan-kegiatan bersana tersebut di atas, diperlukan permbentukan wadah koordinasi yaitu Forum Komunikasi antar Umat Beragama.

------- Peace ------ 

Kerukunan Hidup Antar Umat Beragama
Kerukunan Hidup Antar Umat Beragama Relevansi Kan. 748 KHK 1983 Pendahuluan Gereja Katolik sangat menaruh perhatian kepada kerukunan hidup antar umat beragama. Hal itu dapat kita baca dalam dokumen – dokumen Gereja secara khusus dalam Konsili Vatikan II. Dokumen Pernyataan tentang hubungan Gereja dengan Agama – Agama bukan Kristen (Nostrae Aetate) menyatakan pada pendahuluan bahwa: “Semua bangsa merupakan satu masyarakat, mempunyai satu asal, sebab Allah menghendaki segenap umat manusia mendiami seluruh muka bumi. Semua juga mempunyai satu tujuan terakhir yakni Allah, yang yang menyelenggarkan”. Selain dari pada itu dokumen pernyataan tentang kebebasan beragama (Dignitatis Humanae), no. 6: “Pada hakekatnya termasuk tugas setiap kuasa sipil: melindungi dan mengembangkan hak-hak manusia yang tak dapat diganggu-gugat. Maka kuasa sipil wajib melalui hukum-hukum yang adil serta upaya-upaya lainnya yang sesuai, secara berhasil-guna menanggung perlindungan kebebasan beragama semua warga negara dan menciptakan kondisi-kondisi yang menguntungkan dan mengembangkan hidup keagamaan”. Demikian juga dalam KHK 1983, kan. 748, ditegaskan bahwa: “Semua orang wajib mencari kebenaran dalam hal-hal yang menyangkut Allah dan Gereja-Nya, dan berdasarkan hukum Ilahi mereka wajib dan berhak memeluk dan memelihara kebenaran yang mereka kenal”. Selain itu, “Tak seorang pun boleh memaksa orang untuk memeluk iman katolik melawan hati nuraninya”. Bagaimana relevansinya kanon ini dalam membangun kerukunan hidup antar umat beragama? Dalam alam kebebasan itu manusia dapat menentukan imannya berdasarkan hati nuraninya yang bebas dari segala paksaan dan tekanan. Semua usaha manusia dalam mencari Allah yang diimaninya akan terwujud sebuah perdamaian jika diiringi dengan praktek hidup sehari-hari dalam dialog antar umat beragama. Gereja Katolik menawarkan sebuah spiritualitas dialogal yang berlandasan pada persaudaraan dalam peziarahan iman menuju persatuan dengan Allah.
1. Spiritualitas Dialogal Spiritualitas dialogal adalah gerakan manusia dalam membangun kerukunan yang sejati antar umat beragama di dunia. Gereja Katolik mengajak semua umat beragama di dunia untuk membangun kerukunan antar umat beragama melalui spiritualitas dialogal. Apakah Spiritualitas dialogal itu? Spiritualitas dialogal adalah sebuah gerakan religius umat beriman dengan mengosongkan dirinya untuk dipenuhi dengan Roh ilahi dan melihat realitas hidup di sekitarnya untuk berdialog secara integral dan transformatif dengan sesama umat beriman lainnya menuju kedamaian dan kerukunan hidup yang sesungguhnya.
2. Beberapa pokok Spiritualitas dialogal antar iman
2.1. Spiritualitas dialogal, suatu bentuk hidup yang didasarkan kepada Roh Tuhan, suatu ikatan relasi kasih antara manusia dengan Allah. Dasar Spiritualitas dialogal itu didasarkan pada kisah penciptaan sendiri (bdk. Kej. 1: 1-3) dan peristiwa penjelmaan-Inkarnasi dalam diri Yesus Kristus, Sang Sabda yang menjadi daging (Yoh. 1:1-3: 14), dan sebagai anugerah Paskah-Nya mencurahkan Roh-Nya atas para murid-Nya. Itulah landasan biblis bagi spiritualitas dialogal yang bermuara pada bersatunya manusia dari segala bangsa dengan Allah yang disebut dengan “Manunggaling kawula Gusti”.
2.2. Spiritualitas dialogal, membutuhkan suatu penyadaran diri manusia bahwa kita diciptakan oleh Allah dengan Roh-Nya sesuai dengan gambaran dan rupa Allah sendiri dimana akhir perjalanan hidup manusia adalah persatuan Roh manusia dengan Allah itu sendiri (persatuan Atman dengan Paraatman dalam Hindhuisme). Lebih jauh dari pada itu, cinta kasih Allah kepada manusia tercurah melimpah dalam seluruh ciptaan alam semesta di dunia kosmos. Keselarasan satu kosmos itulah yang dalam dunia ketimuran menjadi akar dari seluruh kebersamaan hidup manusia di dunia, yang menurut tradisi Kristiani sebagai kelimpahan cinta ilahi. Kelimpahan cinta ilahi itu memuncak dalam peristiwa Inkarnasi dari Allah yang menjadi manusia, dalam diri Yesus. Dengan pernyataan ini pula, manusia diajak untuk menjaga keselarasan alam semesta (lingkungan) dengan yang ilahi.
2.3. Oleh karena itulah umat beriman sejati menyadari tanggungjawab yang mendesak untuk sekali lagi membangkitkan sikap tanggap sasmita: mendengarkan suara alam beserta misterinya. Umat beriman di manapun diundang untuk bertemu hati dalam keheningan dan cintakasih akan alam semesta, untuk menerima tata tertib karya Allah dan serasinya alam, untuk menandingi daya-daya destruktif yang menghancurkan lingkungan. Harmoni dengan alam semesta menghidupkan harmoni dalam hati dan menjalinkan harmoni antar pribadi sesama manusia.
2.4. Spritualitas dialogal pada intinya adalah spiritualitas yang menciptakan hubungan/ikatan antara manusia dengan manusia dan manusia dengan Allah. Maka spiritualitas dialogal mengungkapkan jawaban manusia terhadap panggilan Allah, terhadap sapaan ilahi dengan perantaraan Sang Sabda. Dalam dialog yang berlandaskan pada penciptaan itulah seluruh umat manusia atas kekuatan Roh Allah bergerak mendekati Allah satu-satunya.
2.5. Spiritualitas dialogal membutuhkan sikap dasar hati yang terbuka. Sikap yang demikian itu memmerlukan model kenosis (pengosongan diri), suatu kesadaran tak berdaya, pemurnian tiada hentinya dari kecenderungan pemusatan diri, egoisme, bertumbuh terbuka dalam dialog dengan umat beriman lainnya. Pada intinya kenosis terwujudkan dalam kematian menuju kebangkitan, mati bagi dirinya sendiri untuk memasuki hidup baru dalam kepenuhan hidup.
2.6. Spiritualitas dialogal bersifat komuniter, berpusatkan pada ekaristi, saat semua umat beriman sadar dan sengaja menghayati “anamnesis”, yakni kenangan akan Yesus Kristus beserta misteri PaskahNya, hidup dalam Gereja dan berkarya melalui Gereja.
2.7. Spiritualitas dialogal bersifat integral transformatif: merubah hidup orang beriman melalui sharing pengalaman hidup religius guna mengentaskan keterpurukan krisis total menuju Indonesia baru. Dalam pergulatan demi transformasi itu meminta semua umat beriman bersikap sabar dan rendah hati. Tiap peserta dialog harus mencoba mengakukan pada dirinya sedapat mungkin intuisi dan pengalaman sesama digunakan untuk mencoba mengungkapkan dan mengkomunikasikan pengalaman religiusnya.
2.8. Berkat bimbingan Roh Tuhan, semua umat beriman diajak berdialog berjalan bersama mencari kebenaran. Setiap peserta dialog antar umat beriman saling berbagai pengalaman religius kehidupan sehari-hari, saling memperkaya dan saling meneguhkan satu sama lain dalam membangun dunia yang rukun, damai dan sejahtera di bumi Indonesia.
3. Buah Spiritualitas dialogal antar umat beriman
3.1. Iman peserta mengalami pengayaan lewat sharing-kesaksian peserta dialog. Dengan itu pula iman peserta diperluas dengan peluang untuk saling mendengarkan, menghalau segala praduga yang sudah mengakar, memperlebar pengertian yang sempit.
3.2. Iman peserta dijernihkan berkat perjumpaan antar umat beriman untuk merevisi asumsi, pandangan yang keliru antar umat beragama. Meninggalkan masa lampau yakni pengalaman yang buruk dalam membangun kerukunan hidup beragama, saling mengampuni dan memulai babak baru yang makin baik menuju kerukunan yang sejati.
3.3. Iman peserta diperdalam dengan saling mengenal dan menghargai berdasarkan landasan kebenaran dan keadilan tanpa terpengaruh oleh sikap dan perilaku kelompok ekstrim.
Spiritualitas dialog yang sejati dan mendalam akan merubah sikap hidup kita antar umat beriman dari dialog antar iman (interreligious dialogue – interfaith dialogue) menuju pertobatan (metanoia). Semua perserta dialog antar umat beriman menjadi tanda pertobatan yang mengantar umat manusia kepada Allah.
Penutup Sebagai penutup dari tulisan ini, perlu kiranya menjabarkan Spiritualitas dialogal secara konkrit dalam situasi pluri-agama dan pluri-kepercayaan/kebatinan. Beberapa pokok pikiran tentang hal itu adalah sebagai berikut:
  1. Kita hendaknya menyadari bahwa umat beragama dan umat kepercayaan/kebatinan lain adalah rekan-rekan seperjalanan dalam ziarah menuju Allah.
  2. Oleh karena itu merupakan kewajiban kita untuk menggalang kerekanan – kekerabatan – persaudaraan (menyama braya) antar umat beragama dan umat kepercayaan/kebatinan yang ada di dalam masyarakat Indonesia, sebagai model bagi hubungan sosial.
  3. Kekerabatan – persaudaraan (menyama braya) itu akan menghasilkan kerukunan sebagai prinsip hubungan sosial.
  4. Menjaga moralitas hidup yang baik, yang ditandai dengan kebenaran, kebaikan, keadilan, kejujuran, dan menjunjung tinggi nilai-nilai insani luhur dalam menghayati dan mengamalkan Pancasila sebagai ideologi dan dasar hidup kemasyarakatan.
  5. Mengusahakan kesejahteraan umum (bonum commune), yang adil makmur dan merata, terutama dalam opsi mengutamakan rakyat miskin dan tersingkir. Itulah Spiritualitas transformatif, merombak hidup umat beriman sendiri semakin menyerupai diri Allah, melahirkan umat manusia yang baru dipenuhi cinta kasih
D. Menurut Pandangan Saya Sendiri

Kerukunan antar umat beragama sangatlah penting dalam menjalani kelangsungan hidup di Indonesia negara saya sendiri. Karena di Indonesia terdapat 5 agama yang sudah diakui negara dan itu berarti menjaga kerukunan antar umat agama yang berbeda sangat - sangat diperlukan untuk mencagah terjadinya kesalah pahaman dan pertengkaran ataupun perselisihan. Kuncinya adalah toleransi, adil, dan rukun. Setiap umat beragama memiliki hak masing - masing namun hak tersebut diupayakan jangan sampai merugikan atau mengganggu agama lain dengan adanya toleransi saya rasa kerukunan bisa diwujudkan. Semoga saja tidak ada lagi yang namanya kaum minoritas dan mayoritas. Kita semua sama di mata Tuhan dan tentunya Tuhan akan sangat berbahagia apabila melihat umatnya rukun satu sama lain di dalam cinta kasih.  

SOURCE :
http://joenanto.multiply.com/journal/item/39
http://norbertang.blogspot.com/2008/03/format-kerukunan-antar-umat-beragama.html
http://semangatdhama.blogspot.com/2012/11/kerukunan-umat-beragama_20.html